BUKTI-BUKTI MUSA SEBAGAI PENULIS KITAB TAURAT

Salah satu bagian Alkitab yang sering diserang adalah
tentang keaslian kelima Kitab Taurat, terutama Kitab
Kejadian. Paling tidak ada dua keberatan utama dari
kalangan liberal terhadap klaim bahwa kelima kitab
tersebut dituliskan oleh Musa. (Keluaran 17:14)

1. Bahwa seni menulis dan pembuatan literatur belum cukup
maju pada zaman Musa untuk Musa menuliskan Kitab
Taurat.

Keberatan ini tidak masuk akal karena banyak sekali
bukti-bukti dari catatan-catatan yang tertulis di
monumen-monumen pada zaman Musa. Tel el-Amarna dari
Mesir dan tablet Babilonia pada zaman Hammurabi (di
Kejadian 14 bernama Amrafel) membuktikan bahwa sudah
ada tulisan pada zaman Abraham, lebih dari 500 tahun
sebelum Musa menulis Taurat. Kodeks Hammurabi memiliki
282 bagian dan 8.000 kata; hukum telah diatur yang
mencakup segenap aspek kehidupan manusia. Tulisan sudah
sangat berkembang pada zaman Musa.

2. Bahwa Taurat berisi suatu budaya agamawi yang tidak
dikenal pada zaman Musa.

Sebaliknya, catatan-catatan jauh sebelum Musa
menunjukkan kebudayaan agamawi yang sama dengan zaman
Musa. Hal ini dibuktikan dengan catatan Kejadian yang
dimulai dari Habel (Kejadian 4), Nuh (Kejadian 8),
Abraham (Kejadian 12), dan lain-lain (Ibrani 11).

Enam belas bukti Musa sebagai penulis Kitab Taurat:

1. Allah menyuruh Musa menulis sebuah kitab (Keluaran
17:14; 34:27).

2. Musa menulis sebuah kitab (Keluaran 24:4-7; Bilangan
33:2; Ulangan 31:9).

3. Ia menamai kitab itu “kitab perjanjian” (Keluaran
24:7), “hukum Taurat” (Ulangan 28:58; 31:9, 24), “kitab
Taurat” (Ulangan 28:61; 30:10; 31:26). Kitab itu
meliputi seluruh Taurat yang oleh orang Yahudi dianggap
satu kesatuan kitab dengan lima bagian.

4. Salinan kitab Taurat Musa dibuat untuk raja-raja
(Ulangan 17:18-20).

5. Allah mengatakan bahwa Musa yang menulis kitab Taurat
dan Ia memerintahkan Yosua untuk menjadikannya sebagai
pedoman hidup (Yosua 8:30-35; 1:8).

6. Yosua menerima Taurat itu sebagai kitab yang ditulis
dan disalin oleh Musa di dua gunung. Ada kemungkinan,
Yosua menambahkan pasal terakhir, yaitu tentang
kematian Musa (Ulangan 34), ke dalam kitab itu
(Yosua 24:26).

7. Yosua memerintahkan seluruh Israel untuk mematuhi
“kitab hukum Musa” (Yosua 23:6).

8. Pada zaman raja-raja kitab itu merupakan hukum:

(1) Daud mengakuinya (1 Tawarikh 16:40).

(2) Salomo diperintahkan oleh Daud untuk tetap
mengikutinya (1 Raja-raja 2:3).

(3) Kitab itu ditemukan dan dipatuhi oleh Raja Yosia dan
Israel (2 Raja-raja 22:8-23:25; 2 Tawarikh
34:14-35:18).

(4) Yosafat mengajarkannya ke seluruh Israel (2 Tawarikh
17:1-9).

(5) Yoas mematuhinya (2 Raja-raja 12:2; 2 Tawarikh
23:11,18).

(6) Amazia mematuhinya (2 Raja-raja 14:3-6; 2 Tawarikh
25:4).

(7) Hizkia mematuhinya (2 Tawarikh 30:1-18).

9. Para nabi menyebutnya hukum Tuhan yang ditulis oleh
Musa (Daniel 9:11; Maleakhi 4:4).

10. Ezra dan Nehemia menganggap kitab Taurat berasal dari
Musa (Ezra 3:2; 6:18; 7:6; Nehemia 1:7-9; 8:1,14;
9:14; 10:28-29; 13:1).

11. Kristus menyebut seluruh kitab Taurat dengan acuan
kepada Musa (Lukas 24:27,44 dengan Kejadian 3:15;
Kejadian 12:1-3; Markus 12:26 dengan Keluaran 3; dan
Markus 7:10 dengan Keluaran 20:12; Keluaran 21:17.
Lihat pula 1:17; Yohanes 5:46; Yohanes 7:19,23).

12. Para rasul menyebut kitab Taurat dengan acuan kepada
Musa (Kisah Para Rasul 13:39; 15:1,5,21; 28:23).

13. Selama lebih dari 3.500 tahun para sarjana Yahudi dan
orang-orang Yahudi awam semua percaya bahwa Musa
menulis kitab Taurat. Orang Yahudi sejak semula
tidak pernah mempertanyakan hal itu.

14. Penulis-penulis non Yahudi, misalnya Tacitus, Juvenal,
Strabo, Longinus, Prophyry, Julian, dan lain-lain
setuju tanpa terkecuali, bahwa Musa yang menulis kitab
Taurat tersebut.

15. Pemimpin agama lain seperti Muhammad dan lain-lain
menyebut kitab Taurat dengan acuan kepada Musa.

16. Bukti internal menunjukkan adanya seorang penulis:

(1) Kitab Taurat ditulis oleh seorang Ibrani yang
berbicara bahasa Ibrani dan Musa memenuhi
persyaratan ini.

(2) Kitab ini ditulis oleh seorang Ibrani yang mengenal
baik budaya Mesir dan Arabia, termasuk
kebiasaan-kebiasaan dan pengetahuan mereka.
Mengingat ilmu pengetahuan bangsa Mesir
disembunyikan secara saksama dari orang luar, dan
hanya diajarkan kepada para pendeta dan keluarga
kerajaan, Musa adalah satu-satunya orang Ibrani yang
diketahui memenuhi persyaratan ini (Kisah 7:22;
Ibrani 11:23-29).

(4) Kesamaan gaya di antara kelima buku membuktikan
adanya satu orang penulis.

(5) Musa sendiri tampak jelas mengakui bahwa ia
yang menulis hukum tersebut (Keluaran 24:4;
Bilangan 33:2; Ulangan 31:9,22).

Jika konsisten terhadap tuntutan membuktikan keaslian
kepenulisan Kitab Kejadian, perlakuan yang sama juga harus
dikenakan pada seluruh 5 kitab pertama Taurat (Pentateukh)
— yaitu kitab-kitab pertama dalam Alkitab, yang disebut
“Kitab Hukum” oleh orang-orang Yahudi. Kitab-kitab ini
merupakan fondasi teokrasi Ibrani. Kata “Pentateukh”
berarti “lima”; lima buku yang sebenarnya merupakan satu
kesatuan tulisan. Pemisahan menjadi lima kitab dilakukan
oleh para penerjemah Septuaginta dari Aleksandria, yang
akhirnya menyebut kelima kitab itu “Pentateukh”.

Dari semua tulisan zaman kuno, kitab Taurat ini termasuk
yang paling terkenal. Berbagai keterangan yang termuat di
dalamnya menjadikan kitab ini penting untuk memahami
rencana Tuhan bagi manusia. Kitab ini merupakan dasar
pewahyuan yang Tuhan berikan kepada manusia. Kitab yang
menjelaskan asal-usul segala sesuatu, hukum-hukumnya,
geografi, kronologi, sejarah, dan agama, yang membuktikan
bahwa kitab ini adalah hasil karya ilahi yang penting
untuk pembelajaran, dan seharusnya sungguh-sungguh
diterima oleh seluruh umat manusia.

Kitab Taurat pada umumnya disebut “Kitab Hukum Musa”
tetapi sebenarnya yang lebih tepat adalah kitab hukum
Tuhan. Jika Musa adalah penulis satu-satunya dan pemikir
asli sistem agama dan masyarakat pada waktu itu (belum
lagi menyebutkan beberapa wahyu tentang karya kreatif dan
penebusan yang Tuhan lakukan), maka Musa adalah seorang
yang abadi: seorang manusia biasa tidak akan mampu membuat
satu karya seperti itu. Sebagai perbandingan, perhatikan
dokumen agama berikut ini:

1. Zend-Avesta, oleh Zoroaster, kira-kira 1200 SM, buku
suci orang Media dan Persia untuk menghidupkan kembali
agama kuno orang Majus.

2. Empat Weda, empat buku suci orang-orang Hindu, atau
Manawa Dharma Sastra, yang ditulis oleh Manu, anak
laki-laki Brahma, dan berisi hukum sipil dan agama
masyarakat India, ditulis kira-kira pada tahun 1100 SM.

3. Wu Jing atau Lima Sutra, buku suci orang Tiongkok kuno,
ditulis oleh Konfusius kira-kira pada tahun 1100 SM.

4. Tripitaka, ditulis oleh Gautama, pendiri agama Buddha
kira-kira pada tahun 600 SM.

5. Al-Qur`an, ditulis oleh pengikut Muhammad kira-kira
pada tahun 600 M.

6. Edda Puisi dan Edda Prosa, dua hukum agama yang berisi
mitologi dan tradisi orang Skandinavia, ditulis
kira-kira pada tahun 1100-1200 M.

Semua buku tersebut ditulis kira-kira 500 hingga 2400
tahun setelah Musa, dan beberapa di antaranya sebagian
berisi kutipan dari Perjanjian Lama dan Baru, Talmud
(komentari Yahudi tentang Perjanjian Lama), dan Injil
Barnabas. Buku-buku lainnya berisi kata-kata bijak dari
orang-orang bijak yang menghasilkan karya tertentu; etika,
politik, dan aspirasi moral tertentu dari orang-orang
tersebut; demikian pula dengan tradisi kuno, mitologi dan
dongeng-dongeng fantastis tentang dewa-dewi mitologi,
peperangan mereka, dll..

Buku-buku suci tentang berhala itu menyatakan beberapa ide
yang salah dan tentang takhayul yang hanya merupakan
pikiran manusia. Meskipun ungkapan-ungkapan positif mereka
telah menolong dalam kehidupan sosial beberapa masyarakat
pada masa lalu, hanya ada sedikit ungkapan yang mengarah
pada kebenaran, dan tidak ada yang memberi pengertian yang
benar tentang kebenaran dan Allah yang hidup. Sungguh
berbeda dari kelima kitab pertama Perjanjian Lama dan
bagian-bagian lain di dalam Alkitab, yang memancarkan
kebenaran seperti matahari, dibandingkan dengan cahaya
karya-karya lain!

Dalam Taurat, Tuhan adalah Raja yang tertinggi dan
satu-satunya. Imam adalah hamba-Nya, diatur oleh hukum
pewaris penguasa bumi atau kekuatan sekuler. Penguasa
Israel adalah wakil pengawas Tuhan, yang wajib memerintah
sesuai hukum-Nya yang tidak akan pernah berubah,
ditambahi, atau ditarik kembali. Despotisme (kediktatoran)
dan ahli-ahli sihir yang terdapat dalam tulisan lain yang
menyebut dirinya tulisan suci tidak akan mungkin dapat
dilakukan di tempat hukum Taurat berlaku. Ritual-ritual
dan upacara-upacara yang berdasarkan Taurat tersebut
terhormat dan mengagumkan, bebas dari misteri, ramalan,
ilmu gaib, sihir, pemikatan, tanda gaib, dan
praktik-praktik yang keji dan tidak bermoral, yang
menjadikan ritual penyembahan berhala tersebut dibenci
oleh Tuhan.

Upacara-upacara dalam Taurat menunjukkan kekudusan Tuhan,
keberdosaan manusia, perlunya pertobatan, dan janji
Pencipta untuk mengangkat manusia yang telah jatuh ke
keadaan moral yang baru. Penghukuman yang ada dalam kelima
kitab tersebut adalah adil, dan upah yang diberikan
menimbulkan ketaatan yang dipenuhi syukur — bukti dari
orang-orang yang mengasihi Tuhan dengan seluruh hati,
jiwa, dan kekuatan (Ulangan 6:5).

(Tulisan di atas, yang diambil dari buku “The Dake
Annotated Reference Bible” halaman 82 dan 51, merupakan
pandangan Dake terhadap bukti bahwa Musalah yang menulis
kitab Taurat — Kejadian sampai Ulangan.)

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Dake Publishing
Penulis: Finis Jennings Dake
Alamat URL: http://www.dake.com/dake/mosaic.html
http://www.sabda.org/publikasi/m-biblika/003/

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: